Ribuan warga memadati kawasan wisata Curug Bengkawah, Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Minggu (2/8/2026). Kehadiran sekitar 2.000 peserta dalam Festival Curug Bengkawah menjadi penutup sekaligus puncak rangkaian program KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Gemercik Belik Periode Juni–Agustus 2026 yang mengusung semangat pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, serta penguatan potensi wisata desa.
Festival yang berlangsung pukul 07.00 hingga 15.00 WIB itu merupakan hasil kolaborasi Tim KKN-PPM UGM Gemercik Belik bersama Pemerintah Desa Sikasur dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Pemalang. Selain menjadi ajang hiburan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi wadah promosi destinasi wisata Curug Bengkawah sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
Sebanyak 30 mahasiswa KKN-PPM UGM Gemercik Belik dan 12 mahasiswa KKN Desa Sikasur dari Universitas Jenderal Soedirman terlibat langsung dalam penyelenggaraan festival. Acara juga dihadiri sekitar 30 tamu undangan dari berbagai instansi, di antaranya BKSDA Kabupaten Pemalang, Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah, Bappeda, Kecamatan Belik, Pemerintah Desa Sikasur, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, BPBD, Dinas PUPR, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pemalang.
Tak hanya itu, festival turut melibatkan lebih dari 40 pelaku UMKM yang membuka stan di area kegiatan sehingga memberikan ruang promosi sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Fun Walk dari Telaga Silating menuju garis finis di Curug Bengkawah. Seluruh peserta menerima gelang yang kemudian ditukarkan dengan kupon undian untuk mengikuti pembagian hadiah doorprize.
Suasana peserta dan penonton Festival Curug Bengkawah
Setelah seluruh peserta tiba di lokasi, acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan yang diisi sambutan dari Camat Belik Slamet Edy Riyanto, Kepala Desa Sikasur Kusin, perwakilan BKSDA Kabupaten Pemalang Darmawan, serta Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM Gemercik Belik, Dr. Ir. Much. Taufik Tri Hermawan.
Pada sesi awal, panitia membagikan berbagai hadiah doorprize, mulai dari telepon genggam, blender, perlengkapan memasak, hingga perabot rumah tangga.
Camat Belik, Slamet Edy Riyanto, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun mahasiswa bersama masyarakat dan pemerintah desa.”Festival ini menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus mendorong pengembangan wisata Curug Bengkawah sekaligus menggerakkan ekonomi warga,” ujarnya.
Suasana festival semakin semarak dengan penampilan seni karawitan dari Paguyuban Sanggar Sendang Mulya Desa Sikasur. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan seni musik tradisional Jawa, khususnya kepada generasi muda.
Menariknya, mahasiswa KKN-PPM UGM juga ikut tampil memainkan karawitan. Penampilan itu merupakan hasil latihan yang mereka jalani selama menjalankan program pengabdian di Desa Sikasur.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM Gemercik Belik, Dr. Ir. Much. Taufik Tri Hermawan, mengatakan pengabdian masyarakat tidak hanya sebatas memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun proses belajar bersama masyarakat.
Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul “Festival Curug Bengkawah Jadi Puncak Pengabdian KKN-PPM UGM, Ribuan Warga Padati Wisata Alam Sikasur”
Baca selengkapnya di: https://www.g-news.id/pemalang/1582919212/festival-curug-bengkawah-jadi-puncak-pengabdian-kkn-ppm-ugm-ribuan-warga-padati-wisata-alam-sikasur
