• Tentang UGM
  • Simaster
  • KKN-PPM
  • Student Community Service
  • Jurnal Pengabdian
  • Mitra Pengabdian
  • Workshop UMKM
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat
  • Beranda
  • Subdirektorat
    • Kuliah Kerja Nyata
      • KKN-PPM
      • SCS-CEL
    • Pemberdayaan Masyarakat
      • RCE – Yogyakarta
      • UMKM
      • TTG
      • DERU – UGM
      • Wilayah Binaan
  • Galeri
    • Foto
    • Video
  • Data & Informasi
  • Publikasi
  • Tentang
    • Sekilas DPkM
    • Struktur Organisasi
    • Kontak
  • Beranda
  • Berita Utama DPkM
  • BUMDES DADI MURAKABI Klaten Rintis Usaha Pupuk Organik

BUMDES DADI MURAKABI Klaten Rintis Usaha Pupuk Organik

  • Berita Utama DPkM, Pemberdayaan Masyarakat, SDGs 12 : Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs 17 : Kemitraan untuk mencapai tujuan, SDGs 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, TTG, UMKM
  • 23 Juli 2026, 16.31
  • Oleh: jokow
  • 0

Klaten – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dadi Murakabi, Kalurahan Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, mulai merintis usaha produksi pupuk organik berbahan baku kotoran hewan (KoHe) kambing gembel (domba). Upaya tersebut mendapat perhatian dari Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) Universitas Gadjah Mada (UGM) setelah menerima surat permohonan pendampingan dari Pemerintah Desa Karangturi untuk mendukung pengembangan usaha yang digagas sebagai unit bisnis perdana BUMDes.

Kalurahan Karangturi memiliki luas wilayah sekitar 236 hektare dengan jumlah penduduk mencapai 2.135 jiwa. Sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor pertanian sehingga kebutuhan terhadap pupuk organik cukup besar. Selain aktivitas pertanian, desa ini juga memiliki sejumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), di antaranya usaha keripik singkong dan perbengkelan, yang menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat.

Lurah Desa Karangturi, Sukarmin, menjelaskan bahwa BUMDes Dadi Murakabi resmi didirikan pada Desember 2025 sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa.

“BUMDes Dadi Murakabi kami dirikan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi secara ekonomis kepada desa. Untuk mendukung pengembangannya, pemerintah desa memberikan penyertaan modal sebesar Rp100.000.000 sebagai modal awal usaha,” ujar Sukarmin.

Setelah kepengurusan terbentuk, pengurus BUMDes menetapkan usaha produksi pupuk organik sebagai langkah awal pengembangan unit usaha. Sekretaris BUMDes Dadi Murakabi, Sukanto, menuturkan bahwa pemilihan usaha tersebut didasarkan pada potensi ketersediaan bahan baku yang melimpah di wilayah Karangturi serta peluang pasar yang dinilai cukup menjanjikan.

Menurutnya, gagasan tersebut muncul setelah Pemerintah Desa Karangturi mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik di Desa Nglanggeran. Dari kegiatan tersebut diperoleh informasi bahwa kebutuhan pupuk organik, terutama untuk kawasan perkebunan kopi, memiliki prospek pasar yang cukup baik.

“Dari pelatihan yang kami ikuti, kami melihat peluang pasar pupuk organik cukup besar, terutama untuk memenuhi kebutuhan perkebunan kopi di Desa Nglanggeran. Hal itulah yang mendorong kami menjadikan produksi pupuk organik sebagai usaha perdana BUMDes,” jelas Sukanto.

 

Untuk merealisasikan usaha tersebut, pemerintah desa mengalokasikan penyertaan modal sebesar Rp100 juta. Dana tersebut digunakan untuk membangun rumah produksi, membeli mesin pembuat pupuk organik granul, serta menyediakan starter dan bahan fermentasi yang dibutuhkan dalam proses pengolahan kotoran hewan menjadi pupuk organik.

Lebih lanjut, Sukanto menjelaskan bahwa bahan baku utama berupa kotoran kambing gembel diperoleh dari para peternak di Desa Karangturi dan wilayah sekitarnya. Sementara itu, bangunan yang digunakan sebagai lokasi produksi berasal dari masyarakat dan disewa oleh pengelola BUMDes sehingga kegiatan produksi dapat segera berjalan.

“Ketersediaan bahan baku cukup terjamin karena berasal dari peternak kambing gembel di Desa Karangturi dan sekitarnya. Untuk tempat produksi, kami memanfaatkan bangunan milik warga yang disewa oleh BUMDes sehingga operasional dapat segera dimulai,” katanya.

Dari sisi ekonomi, usaha ini dinilai memiliki prospek yang cukup baik. Bendahara BUMDes Dadi Murakabi, Agus Sulis, memaparkan bahwa pupuk organik dipasarkan dalam kemasan seberat 10 kilogram dengan harga jual berkisar antara Rp13.000 hingga Rp15.000 per kemasan.

Dalam satu bulan, kapasitas produksi diperkirakan mencapai 600–700 kemasan. Dengan volume produksi tersebut, omzet usaha diproyeksikan tidak kurang dari Rp9 juta setiap bulan atau sedikitnya Rp108 juta dalam satu tahun.

“Dengan kapasitas produksi saat ini, omzet bulanan diperkirakan mencapai sedikitnya Rp9 juta. Pasarnya juga cukup menjanjikan karena produk kami sudah mulai terserap di pasar lokal, terutama di wilayah Bantul dan Klaten,” ungkap Agus Sulis.

Meskipun demikian, pengembangan usaha pupuk organik ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama adalah belum dilakukannya pengujian laboratorium terhadap kandungan nutrisi pupuk yang diproduksi. Selain itu, pengurus BUMDes juga memerlukan pendampingan dalam penyempurnaan tata laksana proses produksi, penataan ruang produksi, serta penguatan sistem tata kelola usaha agar kegiatan produksi dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan memenuhi standar mutu.

Melihat potensi usaha yang cukup besar tersebut, Pemerintah Desa Karangturi berharap Universitas Gadjah Mada dapat memberikan pendampingan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan BUMDes sehingga usaha pupuk organik dapat berkembang secara berkelanjutan.

Menanggapi harapan tersebut, Dr. Djoko Santosa, S.Si., M.Si., yang mewakili Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Desa Karangturi dalam memilih usaha produksi pupuk organik sebagai unit usaha pertama BUMDes.

“Kami mengapresiasi langkah BUMDes Dadi Murakabi yang memilih usaha produksi pupuk organik sebagai usaha perdananya. Ke depan, UGM akan memberikan pendampingan, di antaranya melalui bantuan pengujian komposisi nutrisi pupuk serta pendampingan teknis lainnya agar proses produksi dan tata kelola usaha dapat berkembang dengan lebih baik,” ujar Djoko Santosa.

Melalui sinergi antara Pemerintah Desa Karangturi, BUMDes Dadi Murakabi, masyarakat, dan Universitas Gadjah Mada, usaha produksi pupuk organik ini diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi desa berbasis potensi lokal. Selain meningkatkan nilai tambah limbah peternakan menjadi produk yang bernilai ekonomis, pengembangan usaha ini juga diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian, membuka peluang kerja bagi masyarakat, serta menjadi model pengembangan BUMDes yang produktif dan berkelanjutan di masa mendatang.

Penyusun: Widodo dan Ayyub Rizqullah

SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujua

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Gadjah Mada

Jl. Pancasila Bulaksumur UGM, Blok G7,
Yogyakarta, Indonesia 55281
+62-274-552432
  +62-274-6492082, +62-274-6492083

whatsapp : 08112576939 (KKN)

 dit.pengabdian@ugm.ac.id
 Sekretariat DPKM : sekdit.dpkm@ugm.ac.id
Telepon Internal UGM : 82488(Sekretariat), 82486(KKN), 82490(Pemberdayaan Masyarakat).

 

Tentang DPKM

  • Sekilas DPKM
  • SOTK
  • Statistik

Tautan

  • LPPM-UGM
  • Publikasi
  • PIAT
  • Sekretariat RCE Yogyakarta
  • Instagram Pengabdian UGM
  • Instagram KKN UGM
  • YouTube KKN
  • KNPPM UGM
  • Instagram RCE Yogyakarta

© Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY