Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan kegiatan Pertukaran Budaya bekerja sama dengan Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) di SD Negeri Cemoro, Desa Randusari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali (20/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi internasional yang mengintegrasikan pengabdian masyarakat dengan pertukaran budaya dan edukasi lintas negara, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang berfokus pada negara berkembang dan pendidikan dasar.
Kegiatan berlangsung secara interaktif, melibatkan siswa SD Negeri Cemoro dalam berbagai aktivitas edukatif. Mahasiswa KKN-PPM UGM bersama mahasiswa UNIMAS memperkenalkan budaya Indonesia dan Malaysia, memberikan edukasi kesehatan seperti praktik mencuci tangan, serta mengajarkan dasar-dasar gizi seimbang. Aktivitas ini dikemas dengan cara yang menyenangkan, termasuk lomba mewarnai dan pembagian alat tulis serta makanan khas dari kedua negara.
Aileen, perwakilan dari UNIMAS, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pertukaran budaya sekaligus penguatan kolaborasi antar mahasiswa. “Kami ingin berbagi budaya, termasuk memperkenalkan minuman khas Sarawak kepada siswa. Program ini juga menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi kolaborasi dalam bidang sosial dan pengabdian bersama mahasiswa UGM,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Faiz dari UNIMAS menekankan pentingnya nilai voluntarisme dalam kegiatan ini. “Salah satu tujuan kami hadir adalah untuk berbagi dan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Melihat antusiasme siswa saat berinteraksi dan menerima apa yang kami berikan menjadi kepuasan tersendiri bagi kami,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa asing peserta program KKN-PPM UGM. Esther Percie Du Sert, mahasiswa asal Prancis, mengungkapkan bahwa pengalaman ini memberikan perspektif baru tentang kehidupan masyarakat di Indonesia. “Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk melihat langsung kehidupan di desa dan bagaimana sekolah berjalan di Indonesia. Sangat menarik melihat interaksi siswa dan suasana belajar di sini,” tuturnya.
Antusiasme serupa juga disampaikan oleh Clémence Remy, mahasiswa internasional dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Clémence menambahkan bahwa program ini memberikan ruang pembelajaran lintas disiplin dan budaya. “Kami tertarik melihat bagaimana mahasiswa KKN menjalankan program di lapangan. Ini pengalaman yang sangat berharga karena kami bisa belajar langsung dari praktik pengabdian masyarakat,” ujarnya.

Pihak SD Negeri Cemoro menyambut positif kegiatan ini. Dwi Istianti, salah satu guru SD Negeri Cemoro, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN-PPM UGM dan UNIMAS. “Kami merasa sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Anak-anak menjadi lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan dan merawat diri sejak dini,” ungkapnya. Beliau juga berharap kegiatan ini dapat memberikan motivasi bagi siswa dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Semoga anak-anak termotivasi untuk terus belajar dan bercita-cita tinggi seperti kakak-kakak mahasiswa KKN. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas program yang telah dilaksanakan,” pungkasnya.
Program Pertukaran Budaya ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN-PPM UGM yang telah berlangsung selama kurang lebih tujuh minggu di lokasi pengabdian. Selain kegiatan ini, mahasiswa juga menjalankan berbagai program lain seperti pemeriksaan kesehatan, edukasi lingkungan, serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kormanit Tim KKN-PPM UGM Teras Boyolali, Muhammad Raffa Sayoga, menyampaikan rencana puncak acara berupa pentas seni yang menampilkan hasil dari berbagai program kerja selama KKN berlangsung. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan keberlanjutan program di masyarakat. Mahasiswa menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi fokus utama dari seluruh program yang dijalankan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Melalui kegiatan ini, KKN-PPM UGM tidak hanya berperan sebagai media pengabdian, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran global yang mendorong kolaborasi lintas budaya. Program ini diharapkan mampu memperkuat hubungan internasional sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kesadaran budaya.
Penulis/Editor: Dn Halimah & Sabri/Dn Halimah, Sumber/Foto: Tim Humas Media Publikasi DPkM UGM