Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Unit Gondokusuman menyelenggarakan kegiatan Pertukaran Budaya di Atrium Pasar Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta (23/4). Kegiatan ini menjadi wadah interaksi antara mahasiswa internasional dan masyarakat lokal dalam mempererat hubungan sosial serta meningkatkan pemahaman lintas budaya melalui pendekatan partisipatif dan edukatif.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi registrasi dan dilanjutkan dengan upacara pembukaan yang menghadirkan sambutan dari berbagai pihak. Suasana semakin hangat melalui sesi ice breaking berupa kuis interaktif tentang Yogyakarta yang melibatkan partisipasi aktif warga. Kegiatan kemudian berlanjut pada diskusi kolaboratif yang membahas pengalaman pengabdian masyarakat, tantangan implementasi program di lapangan, serta pentingnya adaptasi mahasiswa dalam menghadapi dinamika sosial di masyarakat.
Perwakilan mahasiswa internasional, dalam sesi diskusi menyampaikan pentingnya kontribusi mahasiswa dalam pembangunan komunitas. Salah satu perwakilan menyampaikan, “Apa yang kita pelajari secara teori tidak selalu sama dengan realitas di lapangan. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan beradaptasi serta soft skill untuk bisa bekerja bersama masyarakat dan memahami kebutuhan mereka.” Ia menambahkan bahwa pengalaman terjun langsung ke masyarakat memberikan kesempatan untuk berbagi pengetahuan yang mungkin belum mudah diakses oleh sebagian kelompok.
Pandangan serupa turut disampaikan dalam forum tersebut terkait peran mahasiswa sebagai kelompok yang memiliki privilese pendidikan. “Sebagai mahasiswa yang memiliki akses ke pendidikan tinggi, kita memiliki peluang lebih besar untuk memberi kembali kepada masyarakat. Program seperti ini menjadi jembatan agar kontribusi tersebut bisa dilakukan secara nyata,” ungkap salah satu peserta diskusi.
Mahasiswa KKN-PPM UGM juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menjalankan program kerja. Salah satu mahasiswa menjelaskan bahwa latar belakang keilmuan yang beragam justru menjadi kekuatan dalam merancang program pengabdian. “Kami berasal dari berbagai bidang, sehingga program yang dijalankan pun beragam, mulai dari edukasi lingkungan, kesehatan, hingga aspek hukum dan ekonomi. Kolaborasi ini membuat program lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan seni dari mahasiswa internasional dan mahasiswa KKN-PPM UGM Unit Gondokusuman yang menampilkan kekayaan budaya masing-masing. Pertunjukan ini menjadi simbol pertukaran budaya yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga ekspresif dan mempererat hubungan emosional antar peserta.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk refleksi dan penguatan hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Antusiasme warga yang hadir menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran budaya, tetapi juga ruang dialog yang memperkaya perspektif kedua belah pihak.
Melalui kegiatan Pertukaran Budaya ini, Tim KKN-PPM UGM Gondokusuman berharap dapat mendorong terciptanya interaksi yang berkelanjutan antara mahasiswa dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menjembatani perbedaan budaya, memperluas wawasan global, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat yang inklusif dan berdaya.
Penulis/Editor: Dn Halimah & Sabri/Dn Halimah, Sumber/Foto: Tim Humas Media Publikasi DPkM UGM