Pihak Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada menyampaikan arahan dari Direktur Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada Dr. dr. Rustamadji, M.Kes., terkait penguatan model pembinaan UMKM yang lebih dekat dengan pelaku usaha di lapangan. Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul pada 11 Maret 2026 oleh Kepala Subdirektorat Pemberdayaan kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada Dr. Djoko Santosa, S.Si., M.Si., beserta tim sub Direktorat Pemberdayaan Kepada Masyarakat.

“Selama ini kegiatan pendampingan UMKM yang dilakukan oleh DPKM UGM sebagian besar dilaksanakan dengan mengundang pelaku usaha ke kampus. Namun, sesuai arahan Direktur, ke depan kegiatan pembinaan diharapkan dapat lebih banyak dilaksanakan langsung di lapangan dengan mendatangi lokasi usaha UMKM,” ujar Dr. Djoko Santosa, S.Si., M.Si..
Ia menjelaskan bahwa, pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang lebih kontekstual melalui praktik usaha yang telah berjalan, sehingga pelaku UMKM dapat saling belajar dan meningkatkan kapasitas usahanya untuk berkembang dan naik kelas.
Sementara itu, Guppianto Susilo, S.E., M.M. selaku Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul beserta jajarannya menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi sangat diperlukan untuk memperluas jangkauan pembinaan UMKM di Kabupaten Bantul.
“Kami sangat terbuka untuk kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan program pembinaan UMKM dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah telah memiliki basis data UMKM melalui aplikasi SIDAKUI yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan program pembinaan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM.