Program KKN-PPM UGM Periode IV Tahun 2024 di Desa Ngapawali, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan, yang dijalankan oleh Unit SG-011 dengan nama tim Kelana di Kolono 2024, resmi ditutup dengan penyelenggaraan acara Ngapawali Berseri. Acara ini menjadi puncak dari seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN selama 50 hari periode pelaksanaan, serta menjadi ajang silaturahmi dan apresiasi bagi masyarakat yang telah mendukung keseluruhan pelaksanaan program. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Dra. Eko Sulistyani, M.Sc., tim KKN yang tergabung dalam Sub Unit Ngapawali berupaya menghadirkan berbagai inovasi dan kontribusi nyata bagi desa.
Malam puncak Ngapawali Berseri pada 4 Februari 2025 menjadi momen yang paling dinantikan. Balai desa dipenuhi oleh warga yang datang untuk menghadiri persembahan terakhir tim KKN dan menyaksikan berbagai penampilan spesial. Acara diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Ngapawali, Bapak Awaludin. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN yang telah berusaha maksimal untuk memberikan kontribusi nyata bagi desa. “Kehadiran mahasiswa KKN-PPM UGM membantu masyarakat dalam berbagai bidang, terutama dalam perancangan dokumen masterplan pembangunan desa. Kami berharap semua program yang telah dirintis dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Setelah penampilan seni, Zahra sebagai Koordinator Mahasiswa Sub Unit Desa Ngapawali menyampaikan kesan dan pesan mewakili seluruh anggota tim. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat yang telah menerima dan mendukung kegiatan KKN selama ini, serta harapan agar program-program yang telah dirintis dapat memberikan manfaat dan keberlanjutan. Momen haru semakin terasa ketika video After Movie diputar, merangkum perjalanan mahasiswa KKN bersama warga desa—sebuah kilas balik yang membangkitkan kenangan manis sekaligus perpisahan yang terasa begitu dekat.
Sebagai penutup yang meriah, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba anak-anak, disambut dengan sorak gembira dari mereka bintang kecil Ngapawali. Tak hanya itu, pengundian doorprize juga semakin menambah antusiasme warga yang memenuhi Balai Desa Ngapawali. Malam puncak ditutup dengan doa dan harapan agar kebersamaan yang telah terjalin dapat terus berlanjut, meski masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.
“Penampilan Tari Kreasi Nusantara yang dibawakan anak-anak sangat mengagumkan dan berkesan bagi warga Ngapawali yang hadir pada acara malam puncak. Selain itu, adanya pengundian doorprize membuat antusias warga semakin tinggi,” ucap Astuti, mahasiswa KKN UHO yang menyempatkan hadir untuk menyaksikan acara malam puncak.
Dengan berakhirnya acara ini, program KKN-PPM UGM di Desa Ngapawali resmi ditutup. Masyarakat desa diharapkan dapat melanjutkan inisiatif yang telah dikembangkan. Kini, mahasiswa KKN berpamitan dengan hati yang penuh rasa syukur, membawa pulang memori indah yang akan selalu terkenang.
