PELATIHAN PEMBUATAN BRANDING PRODUK UMKM

pembicara

Saat ini produk UMKM terus bergeliat dan berkembang, bahkan beberapa jenis produknya berkembang sangat pesat sesuai dengan tren permintaan pasar. Peluang yang sangat baik ini sudah selayaknya mendapat perhatian dari para pelaku UMKM dan juga pihak-pihak yang mempunyai kepentingan terhadap hal ini. Pada sisi lain, pasar sudah semakin terbuka, termasuk juga untuk pasar produk UMKM.

Dalam sambutan pembukaan Pelatihan Strategi dan Penguatan UMKM berbasis ICT dengan tema Strategi Pemasaran Produk UMKM berbasis ICT dengan menggunakan Teknik Branding secara Inovatif dan Kreatif pada website media sosial dan e-commerce, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM mengatakan saat ini produk UMKM harus bisa lebih kreatif dan inovatif, dengan menekankan branding pada produknya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Prof. Irfan D. Prijambada bahwa branding pada sebuah produk akan sangat dekat dengan emosi dan imajinasi konsumen. Sebagai contoh produk air minum kemasan merek tertentu sudah menjadi sebuah branding bagi air mineral kemasan. Begitu juga mie instan, kendaraan bermotor maupun produk elektronik lain yang sangat melekat pada imajinasi publik.

Kuncinya tegas Direktur Pengabdian tersebut agar produk memiliki branding yang baik maka branding harus menarik, menyolok di mata dan telinga, sehingga menempel di kepala calon pembeli dan publik secara luas. Zaman sudah berubah, dengan penggunaan teknologi produk UMKM dapat lebih kompetitif di pasar. Secara khusus Prof. Irfan juga menginginkan pada kegiatan tahun depan agar pengaplikasian branding diterapkan pada pemerintahan desa sehingga keunggulan-keunggulan daerah dapat dikomunikasikan.

Pelatihan yang digelar selama satu hari pada Rabu tanggal 14 September ini menghadirkan para narasumber yang mempunyai kompetensi pada pembuatan dan pengelolaan branding pada produk UMKM, Materi strategi pemilihan dan penggunaan branding disampaikan oleh R. Edwin Indarto.

Menurut Edwin bisnis itu kegiatan yang menghasilkan untung, secara kontinyu dan tumbuh berkesinambungan. Berbisnis memiliki 4 aspek. operasional/proses produksi, marketing dan penjualan, keuangan dan SDM. Tanpa salah satu aspek tersebut bisnis tidak bisa berjalan dengan optimal. Dalam berbisnis, orang terpenting dalam suatu usaha adalah pembeli. Pembeli menjadi target pasar yang harus tetap dijaga.

Lebih lanjut dosen Fakultas Peternakan UGM ini  mengenalkan konsep AIDA atau Attention, Interest, Desire, dan Action dalam membuat branding. Attention, tata letak dan gambar diperhatikan untuk menarik perhatian. Interest, pilihlah kata-kata atau topik yang dilirik orang. Desire, sebuah branding mampu membangkitkan hasrat. Action, branding yang baik mengarahkan konsumen untuk mengambil tindakan.

 

Narasumber lain dalam pelatihan yang diikuti oleh 30 peserta ini adalah Djoni Purwanto dan Rahmat Alfianto yang membimbing peserta dalam pembuatan branding produk UMKM sesuai dengan jenis dan bidang usahanya. Pada akhir pelatihan telah dihasilkan sebanyak 12 logo branding. ***


Posted in yanmas.